Irodah menurut Al quran

Salah satu naluri yang melekat dalam diri manusia adalh meereka mempunyai keinginan, setiap manusia pasti memiliki keinginan baik itu keinginan yang sifatnya duniawi maupun ukhrowi. Inilah merupakan bagian dari ujian yang Allah berikan kepada manusia apakah dia bisa mengendalikan keinginannya kepada sesuatu yang baik dan diridhoi oleh Allah subhanahu wata’ala atau tidak peduli baik atau buruk. Keinginan ini letaknya di hati yang kemudian akan berefek pada perbuatan yang mengarah pada keinginan tersebut. Tidak bisa di pungkiri bahwa Setiap orang pasti menginginkan hal hal yang menyenangkan baginya bahkan itu hal yang di haramkan sekalipun, seperti yang Allah firmankan dalam surat al imron ayat 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

 Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

Maka yang dapat mengendalikan keinginan itu adalah hati kita yang dibekali dengan ilmu. Tanpa ilmu manusia akan liar dalam menuruti semua keinginannya tidak peduli halal haram, tidak peduli maslahat / madhorot.

                Dengan keinginan itu pula  sesorang mempunyai cita cita, dalam hal ini Al quran surat al isro’ ayat 19 menyebutkan :

 وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا

Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.

Dalam ayat di atas kita bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa keinginan/iradah yang benar itu mencakup  3 hal yaitu:  pertama, keinginan yang kuat yang tidak mudah goyah karena keinginan yang kuat akan mempengaruhi amal yang hebat dia tiadak akan mudah terpengaruh oleh apapun dan akan melewati rintangan apapun. kedua, Usaha reel untuk mencapai cita cita seperti orang yang ingin hafal alquran maka ia harus memanfaatkan waktu dan meluangkan waktu untuk menghafal al quran. Ketiga, beriman kepada Allah dan RasulNya inilah yang menjadi pokok karena kesuksesan bagi seorang muslim bukan hanya kesuksesan duniawi akan tetapi juga kesuksesan akhirat menjadi tujuan utama.

Dan diantara tanda seseorang mempunyai keinginan adalah ketika dia mempersiapkan segala hal yang dapat menghantarkannya kepada kesuksesannya dan ia sedih dan menyesal jika waktu yang terlewat tidak di isi dengan amal untuk mencapai cita cita tersebut. Seorang yang bercita cita besar pula ia akan melakukan action yang relevan dengan cita cita dia, mustahil orang yang ingin jadi ahli quran kebiasaanya ngobrol, jalan jalan, dan sangat jarang berinteraksi dengan Al quran, dan mustahil orang yang ingin punya motor sendiri tapi ia menghabiskan uangnya untuk beli keperluan fashion /elektronik.

Sebaik baik cita cita seorang muslim adalah keinginannya bukan sebataas keinginan dunia tapi keinginannya berujung surga karena itulah kesuksesan sesungguhnya bagi seorang muslim.