Bagaimana cara mengalahkan musuh kita?


Seorang pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Tugas ini bukanlah tugas yang ringan mensyiarkan kebaikan menegakkan keadilan dan menumpas kedholiman menjalankan syariat Allah di muka bumi, mendakwahkan islam dan tugas berat lainnya. Namun perlu di sadari bahwa manusia adalah manusia yang punya kekurangan dan kelemahan, maka salah satu faktor penguatnya adalah dengan menguatkan ruhiyah kita menguatkan batin kita karena disitulah sumber kekuatan yang langsung dari Dzat yang maha kuat lagi perkasa.  

Setiap pejuang punya musuh dan musuh para pejuang ini muncul dari golongan jin dan manusia. Sebagaimana yang telah Allah sampaikan dalam Al quran :

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ                 

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin” (Al an’am : 112)

Dan musuh musuh ini sangat berpotensi merusak diri kita bahkan sampai merusak akidah kita, maka sebagi seorang pejuang harus berhati hati terhadap musuh ini.  cara mengalahkan setan jenis manusia bisa dengan fisik yang kuat, strategi yang cantik, oleh karenanya lah Allah memerintahkan kita untuk mempersiapkan kekuatan fisik untuk menghadapi musuh musuhNya sesuai kemampuan kita. Tapi kalo untuk mengalahkan setan jenis jin gak bisa mengandalkan fisik yang kuat, senjata yang canggih tapi dengan minta perlindungan kepada Allah swt, beristi’adzah kepadaNya, dan selalu mendekatkan hatin kita kepadaNya.

Perlu kita ketahui bersama bahwa benteng manusia adalah hatinya dan ada salah satu lubang yang menjadi tempat masuk setan ke dalam hati manusia yang akan menyerangnya  yaitu pintu Al ‘ajalah / tergesa tergesa. Semua yang tergesa gesa akan berujung gagal. Ingin cepat mendapatkan sesuatusebelum waktunya akan membuka peluang untuk melakukan hal hal yang dilarang demi mencapai apa yang di inginkan dengan cepat. Contohnya saja seorang pedagang yang ingin cepat cepat dapet untung tanpa kerja akhirnya dia mencuri. Orang orang kafir juga juga termasuk dalam kategori ini sampai mereka mengatakan “kapan kami akan di adzab jika memang engkau adalah orang yang benar wahai muhammad?”. Terkadang juga seorang muslim yang membela kebenaran terjangkiti virus ini, dia bertanya tanya kapan sih islam ini akan bangkit, akhirnya dia menyerah dalam berjuang. Dan orang yang tergesa gesa dia bukan sukses lebih cepat tapi gagal lebih cepat, karena sebagaimna pepatah mengatakan “barangsiapa yang tergesa gesa dalam mendapatkan sesuatu maka dia akan di balas dengan tidak mendapatkann apa yang dia inginkan”, itulah kenapa kita dilarang pacaran sebelum nikah, karena itu bagian dari tergesa gesa ingin mendapatkan wanita yang  diidamkan dengan cara yang salah dan sebelum waktunya. Seperti cintohnya jika ada seorang santri yang berani berpacaran, maka ia bukannya berhasil menikah dengan wanita yang diidamkan habis lulus malah ia lulus malah gagal lulus  gagal nikah. Jadi katakan tidak untuk pacaran, oke.