WASPADA VIRUS PARA PEMBAWA PERUBAHAN


“Saya punya cerita yang mungkin menurut antum kurang menarik.. ” Kata beliau mudir kita ust Futqon syuhada (semoga Allah menjaga beliau dan keluarganya) lalu beliau melanjutkan ceritanya “dulu ada seorang alumni yang sempat saya tanya ‘mau lanjut kemana?’ lalu alumni tersebut menjawab ‘Alhamdulillah saya sudah nglamar kerja di pabrik bihun’ spontan saya merasa sedih karena kabar tersebut bukan karena pekerjaanya, karena segala pekerjaan yang halal tidak ada yang salah bagi santri. Maka saya suruh beliau ‘kamu sekolah lagi!!’ singkat cerita selesailah beliau menempa pendidikan di ma’had aly annur” tak lama kemudian Berjalanlah salah seorang ustadz masuk dalam barisan asatidz, beliau adalah ust Abdu Nafi’, lalu ust furqon melanjutkan cerita beliau “Dan Alumni tersebut adalah beliau ust Nafi’.. ” Spontan pandangan santri dan asatidzpun tertuju kepada beliau ust Abdun Nafi’ (semoga Allah menjaga beliau dan keluarganya).

Ternyata kisah itu menarik jika kita mengulas hikmah dibalik kisah itu yang di jabarkan kemudian oleh ust Furqon. Bisa kita petik sebuah hikmah bahwa untuk menjadi juara, untuk menjadi hebat kita harus membuang jauh jauh mental merasa cukup, merasa sudah baik dengan keadaannya saat itu, merasa cukup sudah lulus pesantren, sudahlah aku hanya bisa kek gini, sudahlah kek gini juga dah bagus kok dan statement statement lainnya. Itulah penyakit seseorang yang ingin jadi hebat, yang ingin jadi juara.

Apa efek samping dari bermental merasa cukup? Salah satunya Allah subhanahu wata’ala sebutkan dalam Q.s Al alaq :

كَلَّاۤ إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَیَطۡغَىٰۤ , أَن رَّءَاهُ ٱسۡتَغۡنَىٰۤ

“Ketahuilah sesungguhnya manusia itu benar benar melampaui batas. Karena ia melihat dirinya merasa cukup” (Al alaq : 6-7)

Itulah orang yang merasa cukup dengan kebaikan ia akan melakukan perbuatan yang lewat batas, bahkan melakukan hal yang melanggar syariat, na’udzubillah tsumma na’udzubillah. Inilah awal dari kegagalan untuk berubah menjadi lebih baik, virus para calon pembawa perubahan.

“Saya ingin kalian menjadi orang berfikir besar, bercita cita besar!! ” Kata beliau.. Maka wahai anak muda jadilah pemuda yang berfikir besar, tancapkan di hatimu cita cita besar, tembuslah sekat sekat yang membatasi berfikir dan bercita cita. Janganlah merasa puas dengan posisimu hari ini, karena cita cita yang besar akan melahirkan usaha yang besar dan usaha / tindakan yang besar akan membawa perubahan yang besar. Dan cita cita besar bagi pemuda muslim bukan hanya kesuksesan dunia tapi kesuksesan dunia dan akhirat.